July 4, 2022

Kunjungan Pendiri International University Liaison Indonesia, Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU.

Pada hari Jumat, 1 April 2022, kampus IULI yang berlokasi di Associate Tower, Intermark, BSD, menerima kunjungan dari Dr. Ilham Akbar Habibie, pendiri dari International University Liaison Indonesia (IULI). IULI didirikan dalam kerjasama dengan beberapa universitas di Jerman. Hal ini mencerminkan keinginannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam sebuah sesi talk show dalam rangkaian acara kunjungan Dr. Ilham, beliau menuturkan, pendidikan yang berkualitas akan membawa kemakmuran bagi negara maju dan rakyatnya. IULI didirikan pada tahun 2014 dan mengadopsi sistem pembelajaran di Jerman. Di negara itu ada kerjasama antara universitas dan industri. Jadi, pada saat mereka lulus, mahasiswa sudah memiliki pengalaman memasuki dunia industri. Apa yang membuat IULI istimewa dibandingkan dengan universitas lain yang saat ini memiliki banyak standar internasional? IULI menawarkan sistem pendidikan yang berbeda, dimana siswa dapat memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, seperti di Jerman dan Taiwan. Dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, siswa IULI juga diajarkan ber-bahasa Jerman. IULI menggunakan kedua bahasa tersebut karena IULI memiliki banyak universitas mitra di Jerman dan Swiss dan yang terkini Kerjasama dengan National Formosa University di Taiwan.

DR. Ilham menuturkan, Mahasiswa IULI berkesempatan untuk belajar di Jerman selama satu tahun dan melakukan penelitian di sana. Memungkinkan siswa untuk mendapatkan gelar sarjana dengan kesempatan untuk mendapatkan gelar ganda (dua gelar) yaitu Lulus program S1 di Indonesia dan di Jerman. Dr. Ilham menambahkan bahwa IULI ingin menjadi salah satu pelopor untuk membuat staf  lebih terdidik dan senyaman mungkin.

IULI saat ini memiliki 11 program studi, yaitu Teknik Aviasi, Teknik Otomotif, Teknik Industri, Teknik Mekatronika, Teknik Komputer, Teknologi Pangan, Teknik Biomedis, Teknik Kimia, Administrasi Bisnis Internasional, Manajemen Internasional, Hubungan International (HI), dan Manajemen Hotel & Pariswisata.

Sebagai penutup, Dr. Ilham menyampaikan harapan dan keinginannya untuk Indonesia dapat memproduksi pesawat sendiri, memiliki pabrik dan mengulang lagi kejayaan N250 masa lalu. Harapan itu terbuka lebar, dimana faktor pendukunganya adalah, ekonomi Indonesia yang berkembang besar, jumlah penduduknya, serta kondisi geografis Indonesia. Dimana keunggulan dalam memproduksi pesawat dalam negeri salah satu nya adalah mengakomodir kondisi geografis Indonesia yang berpulau-pulau. Dr. Ilham mengatakan, proyek pesawat terbang sifatnya sangat strategis dan jangka panjang. Akan ada manfaat ekonomi makro. Sehingga dukungan negara, sangatlah penting. Apalagi tak banyak negara yang bisa membuat pesawat sendiri, tutup beliau.

Previous post Signing of IULI and AIAC Aviation School Cooperation
Next post Mengikuti Program 3+2 IULI, Mahasiswa Diberangkatkan ke Taiwan Untuk Mendapatkan Gelar Master Degree.
en_USEnglish